Rabu, 15 Agustus 2012

Ini permintaanku. Apa permintaanmu ??


Bulan Ramadhan adalah waktu mustajab dikabulkannya doa. Yuk tulis permintaan alias doamu sebelum Idul Fitri datang ^_^

Ini 10 permintaanku sebelum Idul Fitri :
  1. Semoga diri ini dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan supaya bisa merayakan kemenangan bersama-sama.
  2. Semoga keimanan di bulan Ramadhan dan seterusnya senantiasa meningkat.
  3. Semoga hidayah yang didapat di bulan Ramadhan tahun ini tidak disia-siakan begitu saja.
  4. Semoga tetap istiqomah di jalan Allah.
  5. Semoga salat wajib tidak bolong-bolong lagi.
  6. Semoga semakin menggiatkan tadarus, dzikir dan salawat bukan saja di bulan Ramadhan.
  7. Semoga sedekah, puasa senin kamis dan ibadah sunnah lainnya bisa terus digenjot agar pahala berlimpah.  
  8. Semoga hijab ini tidak terlepas sampai kapan pun.
  9. Semoga bisa segera menghalalkan hubungan yang sedang dijalin.
  10. Semoga seluruh amal ibadah di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT dan bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun depan dengan keadaan sehat wal'afiat. 
Amiiin Ya Rabb.

Minggu, 22 Juli 2012

Hal-hal yang di Harapkan Wanita dari Pria


Pria dan wanita tidak hanya berbeda fisik, namun juga jalan pemikirannya.
Pria berpikir logis dan wanita cenderung menggunakan perasaannya sehingga lebih sensitif.  
Perbedaan yang ada itulah yang membuat pria dan wanita sering berselisih paham.
Dari sisi wanita, mereka sangat mengharapkan lima hal ini dari kekasihnya :

1. Memberitahu Siapa Mantannya,
Wanita ingin tahu tentang kehidupan masa lalu kekasihnya.
Selain membuat wanita merasa tenang dan aman dengan meyakinkan bahwa hubungannya dengan mantannya telah benar benar berakhir, ini membuat wanita tidak berasumsi sempurna tentang pria, namun dapat juga melihat sisi lain dari sang pria.

2. Menghubunginya,
Wanita tidak suka dengan pria yang cuek. 
Sehingga, wanita sangat berharap jika pria bisa sering menghubungi dan memberi kabar.
Selain membuat wanita merasa tenang, pria yg bs menyempatkan waktunya untuk menghubungi kekasihnya, dinilai sebagai pria yang perhatian. 

3. Memberikan Kejutan,
Wanita mana yang tidak suka diberi kejutan. 
Wanita berharap, pria tidak hanya memberikan kejutan atau hadiah pada saat ia berulang tahun saja, tapi juga di hari-hari biasa.
Tidak perlu sesuatu yang mahal, menyelipkan surat cinta atau kata-kata semangat di tas atau mobil wanita, bisa sangat bermakna.  

4. Sabar,
Wanita tahu kadang emosi mereka tidak stabil, apalagi menjelang menstruasi, yang membuat mereka lebih sensitif. 
Wanita sangat berharap memiliki pria yang sabar dan dapat memanjakannya.  

5. Memiliki Karir, Tapi Tidak Terobsesi,
Wanita tentu suka ketika pasangannya memiliki karir yang baik di sebuah perusahaan. 
Memiliki pria yg giat bekerja jg membuat wanita merasa aman, jika suatu hari nanti bs menikah dengan si dia berarti finansial keluarganya dpt terpenuhi.  
Hal yang tidak disukai wanita adalah ketika pria menjadi sangat terobesi dengan pekerjaannya. 
Pria workaholic biasanya tidak sensitif dengan kekasihnya dan prioritas utamanya hanyalah pekerjaannya.

Semoga bermanfaat ^_^

Source : Love Tips

Selasa, 10 Juli 2012

Gara-Gara Jilbab, Jauh Jodoh ?


Selain bahwa jodoh itu sepenuhnya misteri-Nya, ada banyak alasan kenapa perempuan tidak atau belum menikah sekalipun secara usia dan lain-lain sudah lebih dari cukup. Diantaranya adalah :
- Standar terlalu tinggi
- Pernah patah hati
- Kuper alias kurang pergaulan
- Pemilih
- Kriteria pihak keluarga sulit ditembus
- Penampilan tidak menarik
- Belum jodoh

Yang jelas, enam atau lebih alasan di atas bisa terjadi pada siapa saja. Jadi tidak hanya menimpa muslimah berjilbab, sebab dalam realita, kita dengan mudah menemukan orang-orang di sekeliling ternyata masih saja melajang.
Sebaliknya, cukup banyak juga muslimah berjilbab yang menikah dalam usia yang sangat muda, bahkan belum lulus kuliah.
Hayo, jadi yg bener gimana dong? ^_^

Anyway, jika kamu kebetulan muslimah berjilbab dan masih single juga, dan banyak pihak mengkambinghitamkan jilbabmu, yuk evaluasi diri. Lihat apakah ada poin poin di atas yang melekat pada dirimu dan menunggu untuk dibenahi. Kalau tidak, banyaklah berdoa, agar Allah memberikan yang terbaik untukmu. Jangan pernah kehilangan kepercayaan bahwa takdir-Nyalah yang terbaik, hanya saja kita yang belum memahami.

Yuk sama smaa membangun citra muslimah yang oks, peka, peduli dan membanggakan.
Biar semua tau, jilbab sama sekali bukan gara gara ^_^

Gara-Gara Jilbab, Gak Dapat Kerja ?


Benar bahwa betapa pun disayangkan, ada (bukan banyak) beberapa instansi yang masih berpikiran sempit terhadap muslimah berjilbab, bahkan melarang pegawainya untuk mengenakan busana muslimah.
Tapi di lain sisi, kesadaran religius masyarakat kita juga semakin baik. Ini terbukti dengan semakin maraknya kita melihat sosok berjilbab.

Diskriminasi memang terjadi, tapi benarkah hanya gara-gara jilbab?

Hmm ternyata engga juga.
Buktinya, banyak bentuk diskriminasi yang lain, misal jika kita bekerja di perusahaan asing, pasti mereka akan menomorsatukan yang bule-nya dalam soal gaji, fasilitas, dll.
Diskriminasi karena 'gender' juga masih sering terjadi, atau 'diutamakan yang belum menikah'.
Pada kasus lain, terjadi diskriminasi karena gelar. Sering kan tercantum persyaratan yang menyebutkan kandidat harus sarjana, sekalipun kesarjanaannya tidak berhubungan dengan lowongan yang ditawarkan. Padahal banyak orang orang yang mampu dan jauh lebih kreatif, yang kebetulan saja tidak sarjana.

Nah terus gimana dong buat jilbaber agar bisa mengalahkan diskriminasi tadi?
Kuncinya satu : KEMAMPUAN.
Kemampuan akan membuat seorang muslimah berbeda dibandingkan kandidat lain.
Sempurnakan kemampuan dan jadikan itu sebagai modal yang tidak terbantahkan oleh siapa pun. Jangan setengah-setengah.
Selain kemampuan, mentalitas muslimah berkerudung juga harus terus dibangun.
Kalau ada pihak-pihak yang dengan tergesa menyalahkan jilbabmu ketika kamu gagal mendapatkan pekerjaan, ajak mereka melihat kemungkinan lain. Bisa jadi pekerjaan tersebut tidak didapatkan karena kamu hanya cukup baik untuk menguasainya, kalah baik dengan kandidat pelamar lain.

(•ˆ⌣ˆ•)

Gara-Gara Jilbab, Jauh sama Ortu ?


Barangkali kamu pernah mendengar kasus ada temen yang pakai jilbab, terus jadi jauh sama ortunya. Atau kamu sendiri mengalami?
Umumnya, beberapa akhirnya mengalahkan keinginannya hanya agar ga perlu ribut sama ortu. Sebagian lagi akhirnya nekat, dan puncaknya diam-diaman, sehingga hubungan keluarga menjadi renggang.
Benarkah ini murni gara-gara jilbab?

Hmm ladies, hubungan apapun mengalami ujian ketika ada masalah. Biasanya, masalah terjadi ketika dua pihak atau lebih berbeda pendapat terhadap sesuatu. Dalam hal ini masalahnya adalah kamu dan ortu memiliki sudut pandang berbeda terhadap jilbab.
Kamu merasa jilbab wajib sebab perintah berjilbab itu sudah jelas, jadi sama sekali bukan sekedar anjuran. Sementara di sisi lain,
ortu, tante, om, atau kakek-nenek merasa belum saatnya bagi kamu untuk berjilbab. Banyak yang akan berdalih bahwa akan ada masa yang tepat bagi kamu untuk pakai jilbab, dan yang jelas, bukan sekarang.
Kalimat kalimat seperti :
"Gapapa ga berjilbab kalau belum mampu, kamu kan masih kecil",
"Gapapa ga berjilbab kalau masih belum selesai sekolah",
"Gapapa ga berjilbab kalau kamu belum kerja",
dan banyak "Gapapa" lain yang murni berasal dari pendapat manusia semata.

Lihat kan, ini murni beda pendapat antara kamu dengan ortu atau pihak keluarga lain, yang kebetulan saja topiknya tentang jilbab.
Beda pendapat ini nantinya akan sering kamu alami dan sebetulnya merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sosial. Contoh ketika kamu memilih sekolah atau perguruan tinggi, memutuskan untuk berkarir di bidang ini atau itu, bahkan ketika memilih calon suami.
Intinya, dengan menunda atau mengurungkan niat berjilbabmu, tidak menjamin akan selamanya meniadakan konflik dengan orang tua.

Lalu apa yang harus dilakukan ?

Ladies, berjilbab adalah sepenuhnya urusanmu dengan Allah. Dan ketika kamu memutuskan tidak berjilbab, itu juga sepenuhnya tanggung jawabmu kepada Allah.
Gamblangnya begini,
bukan ortu, tante, om, atau siapa pun yang menanggung akibatnya di mahkamah Allah nanti, tetapi kamu.

(•ˆ⌣ˆ•)