Selasa, 10 Juli 2012

Gara-Gara Jilbab, Gak Dapat Kerja ?


Benar bahwa betapa pun disayangkan, ada (bukan banyak) beberapa instansi yang masih berpikiran sempit terhadap muslimah berjilbab, bahkan melarang pegawainya untuk mengenakan busana muslimah.
Tapi di lain sisi, kesadaran religius masyarakat kita juga semakin baik. Ini terbukti dengan semakin maraknya kita melihat sosok berjilbab.

Diskriminasi memang terjadi, tapi benarkah hanya gara-gara jilbab?

Hmm ternyata engga juga.
Buktinya, banyak bentuk diskriminasi yang lain, misal jika kita bekerja di perusahaan asing, pasti mereka akan menomorsatukan yang bule-nya dalam soal gaji, fasilitas, dll.
Diskriminasi karena 'gender' juga masih sering terjadi, atau 'diutamakan yang belum menikah'.
Pada kasus lain, terjadi diskriminasi karena gelar. Sering kan tercantum persyaratan yang menyebutkan kandidat harus sarjana, sekalipun kesarjanaannya tidak berhubungan dengan lowongan yang ditawarkan. Padahal banyak orang orang yang mampu dan jauh lebih kreatif, yang kebetulan saja tidak sarjana.

Nah terus gimana dong buat jilbaber agar bisa mengalahkan diskriminasi tadi?
Kuncinya satu : KEMAMPUAN.
Kemampuan akan membuat seorang muslimah berbeda dibandingkan kandidat lain.
Sempurnakan kemampuan dan jadikan itu sebagai modal yang tidak terbantahkan oleh siapa pun. Jangan setengah-setengah.
Selain kemampuan, mentalitas muslimah berkerudung juga harus terus dibangun.
Kalau ada pihak-pihak yang dengan tergesa menyalahkan jilbabmu ketika kamu gagal mendapatkan pekerjaan, ajak mereka melihat kemungkinan lain. Bisa jadi pekerjaan tersebut tidak didapatkan karena kamu hanya cukup baik untuk menguasainya, kalah baik dengan kandidat pelamar lain.

(•ˆ⌣ˆ•)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar